Kamis, 12 April 2012

Klasifikasi Minyak Bumi

Tujuan klasifikasi minyak bumi :
Untuk mengetahui sifat-sifat minyak bumi, sehingga berguna untuk memprediksi produk-produk yang dihasilkan
Komponen hidrokarbon dalam minyak bumi dibedakan atas struktur hidrokarbon dan non hidrokarbon. Perbedaan komposisi akan menyebabkan perbedaan sifat-sifat minyak bumi, yaitu perbadaan susunan hidrokarbon, SG, API Gravity, Volatility, dsb.

Klasifikasi Minyak Bumi :
  • Klasifikasi berdasarkan SG 60/60 oF
  • Klasifikasi berdasarkan sifat penguapan
  • Klasifikasi berdasarkan kadar belerang
  • Klasifikasi menurut US Bureau of Mines (Lane & Garton)
  • Klasifikasi berdasarkan Faktor Karakteristik (Nelson, Wtason dan Murphy)
  • Klasifikasi berdasarkan Indeks Korelasi (CI) (Nelson)
  • Klasifikasi berdasarkan Viscosity Gravity Constant (VGC) (Nelson)


Klasifikasi Berdasarkan SG 60/60 oF
  • SG minyak bumi berkisar 0,800 – 1,000
  • SG memiliki keterkaitan yang erat terhadap struktur molekul, hidrokarbon, kandungan sulfur, dan nitrogen
  • Metode Standar yang digunakan adalah ASTM D 1298
Tabel Klasifokasi berdasarkan SG


Klasifikasi Berdasarkan Sifat Penguapan (Volatility) ASTM D 2892
  • Sebagai ukuran dalam klasifikasi minyak bumi adalah banyaknya fraksi ringan dinyatakan dalam % volume yang terkandung dalam minyak bumi itu yang diperoleh dari hasil distilasi sampai 300 oC
  •  Fraksi Ringan, % vol =
Tabel Klasifikasi berdasarkan volatility


Klasifikasi Berdasarkan Kadar Belerang
  • Sebagai ukuran dalam klasifikasi minyak bumi yang dinyatakan dalam % wt
  • Metode Standar yang digunakan ASTM D 1552 atau yang lainnya
Tabel Klasifikasi berdasarkan kadar sulphur

Klasifikasi Berdasarkan Bureau of Mines
  • SG 60/60 oF dari fraksi 250 – 275 oC menunjukkan sifat kimia fraksi ringan
  • SG 60/60 oF dari fraksi 275 – 300 oC menunjukkan sifat kimia fraksi Berat
  • Sifat-sifat tersebut tergambar sebagai sifat komponen hidrokarbon, yaitu : parafin, naften, aromatik, atau bahkan kebanyakan adalah campuran diantara komponen-komponen tersebut
  • Dilakukan mula-mula pada tekanan atmosfer dan kemudian pada tekanan absolut 40 mmHg.
  • Dilakukan di laboratorium dengan menggunakan metode standar ASTM D 285
Tabel Klasifikasi Minyak Bumi Berdasarkan US Bureau of Mines

Klasifikasi Berdasarkan Faktor Karakteristik
  • Faktor karakteristik (Nelson, Watson, dan Murphy) dapat digunakan sebagai prediksi sifat hidrokarbon dalam minyak bumi dan fraksi-fraksi minyak bumi
  • Sebagai ukuran dalam klasifikasi minyak bumi ini adalah akar pangkat tiga dari pengukuran titik didih rata-rata suatu minyak bumi dibagi dengan SG 60/60 oF
  • Faktor Karakteristik =
 Tabel Klasifikasi Minyak Bumi menurut Faktor Karakteristik

Klasifikasi Berdasarkan Indeks Korelasi (CI)
Oleh Nelson dan Watson dari Berau of Mines, klasifikasi minyak bumi berdasarkan CI dirumuskan sebagai berikut :

Klasifikasi Berdasarkan Viscosity Gravity Constant (VGC)
  • Sebagai ukuran dalam klasifikasi minyak bumi ini adalah dengan mengukur SG 60/60 oF dan viskositas minyak bumi

  • VGC dirumuskan sbb :

Berdasarkan klasifikasi menurut VGC, minyak bumi memiliki bilangan 0,8 – 1,0
Dimana :
  • 0,8 = untuk hidrokarbon parafinik
  • 1,0 = untuk hidrokarbon aromatik
Vito Ivan Irawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar