Selasa, 10 April 2012

SAMPLING

   Serangkain tahap kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif

Menurut teknik pengambilannya dibedakan :
  • Manual Sampling
  • Automatic Sampling

JENIS FASA & PRODUK YANG DIAMBIL
Menurut jenis fasa yang diambil maka substansi atau material  dapat berupa :
  • Fasa gas maupun fasa gas yang dicairkan
  • Fasa cair
  • Fasa padat



Menurut jenis produk yang akan di sampling dapat dibedakan menjadi :
  • Air (air bersih, air minum dalam kemasan, air buangan, air formasi)
  • Gas (gas emisi , gas ambien, gas alam)
  • Minyak bumi dan produknya, 
  • dll material.
 
 Tujuan Sampling
  • Pengujian di Lapangan
  • Pengujian di Laboratorium
  • Dokumen / Referensi / Retain
  • Pameran

Beberapa Metode Sampling
  • ASTM D 4057, Practice for Manual Sampling of Petroleum and Petroleum Products.
  • ASTM D 4177, Practice for Automatic Sampling of Petroleum and Petroleum Products.
  • ASTM D 5842, Practice for Sampling and Handling of Fuels for Volatility Measurements.
  • ASTM D 4306, Practice for Aviation Fuel Sample Containers for Test Affected by Trace Contamination.
  • ASTM D 5854, Practice for Mixing and Handling of Liquid samples of Petroleum and Petroleum Products.



PERSIAPAN SEBELUM PENGAMBILAN CONTOH
1. Merencanakan teknik/metode sampling yang akan di gunakan.
  • Metode yang akan digunakan disarankan yang up date,valid sesuai keperuntukannya
  • Di sepakati antara produsen dan user
  • Apabila di gunakan metode lama harus melalui validasi dan verifikasi.
  • Apabila ada pengembangan metode harus tertelusur dokumennya     

2. Mempersiapkan peralatan sampling sesuai metode.
  • Peralatan disesuaikan dengan keperluan pengujian.
  • Apabila ada peralatan tambahan harus disesuaikan dengan metode dan tidak menimbulkan intepretasi yang bias.

3. Mempersiapkan perlengkapan safety untuk sampling.
  • Safety helm
  • Safety shoes
  • Safety uniform
  • Safety ear
  • HT
  • dll

4. Mempersiapkan surat/dokumen/kelengkapan administrasi yang akan di gunakan dalam sampling.
  • Surat perintah pengambilan sampling
  • Tank tiket
  • Labeling
  • Buku catatan pengambilan sample
  • SPPD apabila sampling diluar area/lokasi    


PERSIAPAN DI LOKASI/AREA SAMPLING
1. Melapor kepada pengawas/petugas yang berwenang di lokasi sampling.
  • Melaporkan maksud dan tujuan sampling
  • Menyerahkan surat perintah pengambilan sample
  • Meminta petugas pendamping apabila belum familiar dengan lokasi/area sampling point

2. Mencatat level/isi produk di tangki yang akan di sampling.
  • Sebagai referensi ukuran /level actual isi tangki

3. Melakukan pengukuran level/isi produk baik dengan metode innage atau outage sesuai kebutuhan
  • Untuk menentukan titik pengambilan sample
  • Menetukan panjang tali yang akan digunakan
  • Menentukan spot sample yang akan diambil

4. Memperhatikan arah angin sebelum melakukan pengambilan sample.
  • Agar petugas pengambil sample tidak menghirup uap hidrokarbon berlebih
  • Untuk keselamatan petugas dalam pengambilan contoh

 ISTILAH – ISTILAH DALAM PENGUKURAN TANGKI
1. Passing
  • Perpindahan cairan dari tangki/kompartemen yang satu dengan lainnya tanpa di sengaja
2. Water stick bar
  • Tongkat yang bersekala mempunyai panjang kurang lebih 1 meter yang digunakan untuk mengukur tinggi air bebas di tangki darat /kompartemen.
 3. Reference Deef
  • Jarak atau tinggi antara datum plate/meja ukur suatu tangki dengan bibir lubang ukur pada bagian atas tangki, dan ditentukan pada waktu kalibrasi tangki.
4. Tank Tiket
  • Formulir/blangko resmi yang digunakan untuk mencatat hasil pengukuran.
5. Datum plate
  • Meja dari kontruksi besi yang berada pada bagian dasar tangki sebagai titik nol pengukuran tinggi cairan suatu tangki timbun.
6. Reference point
  • Titik /tanda yang disepakati /disetujui terdapat pada bibir lubang ukur dan merukan titik tempat ukur sah suatu tangki.
7. Level indikator
  • Angka tinggi cairan suatu saatyang ditunjukkan di samping dinding tegak suatu tangki.digunakna sebagai angka pembanding ukuran manual.
8. Cut point
  • Batas reaksi antara pasta yang terdapat pada pita ukur dengan cairan pada waktu pengukuran tinggi caieran.
9. Innage
  • Cara pengukuran tinggi cairan dalam suatu tangki dari permkaan cairan sampai datum ukur.
10. Outage/ullage
  • Pengukuran tinggi cairan suatu tangki dengan cara mengukur tingginya ruang kosong pada tangki tersebut.
11. Reference mark
  • Tempat dicantumkannya reff point dan merupakan tempat/titik tertinggi dalam pengukuran.
Vito Ivan Irawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar